Pengaturan dan Kedudukan Debitur Wanprestasi dalam Proses Eksekusi Penjualan Objek Hak Tanggungan Milik Pihak Ketiga Secara di Bawah Tangan

  • Kasiani Kasiani Universitas Islam Balitar
  • Weppy Susetiyo Universitas Islam Balitar
Abstract views: 76 , PDF downloads: 98
Keywords: Underhand Sales Execution, Third Party Mortgage Objects, Position of Default Debtor

Abstract

Credit agreements utilizing Mortgage Rights provide preferential treatment to creditors. In case of debtor default, creditors can liquidate the mortgaged land to settle the debt. The Indonesian Mortgage Law (UUHT) only allows for extrajudicial foreclosure with consent from the grantor and the mortgagee. However, the regulation concerning third-party foreclosure and the debtor's position in this process under UUHT remains ambiguous. This research employs a normative approach, utilizing statutory and conceptual methods. Findings reveal that UUHT does not specifically regulate third-party foreclosure sales. Debtors act solely as recipients of debt repayment rights, yet they hold influence in determining the foreclosure process. Consequently, creditors lose the ability to independently sell the property and recover payments, thus diminishing creditor preference.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adrian Sutedi. (2010). Hukum Hak Tanggungan. Sinar Grafika.

Aravik, Havis, Achmad Irwan Hamzani, and Nur Khasanah. “Basic Concepts of Sharia Finance and Practices in Sharia Banking In Indonesia.” Islamic Banking : Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Perbankan Syariah 9, no. 1 (2023): 17–34. https://doi.org/10.36908/isbank.v9i1.842.

Hutchinson, T C M, and T Hutchinson. Researching and Writing in Law. Researching and Writing in Law. Thomson Reuters/Lawbook Company, 2010.

Imelda, Fransiska, and Arsin Lukman. “Akibat Hukum Akta Jaminan Fidusia yang Dibuat di Bawah Tangan dalam Kredit Motor.” Jurnal Supremasi 13, no. 1 (2023). https://doi.org/https://doi.org/10.35457/supremasi.v13i1.1990.

Marzuki, Peter Mahmud. Penelitian Hukum. Jakarta: Kencana Prenada Media Grup, 2013.

Presiden RI. UU RI No. 4 Th 1996 tentang Hak Tanggungan Atas Tanah Beserta Benda-Benda yang Berkaitan Dengan Tanah (1996).

Rifa’i, Ahmad, and Anik Iftitah. “Bentuk-Bentuk Pelanggaran Hukum dalam Pelaksanaan Jabatan Notaris.” Jurnal Supremasi 8, no. 2 (2018): 4. https://doi.org/10.35457/supremasi.v8i2.486.

Sukmawati, SH*, Murlyta Nevi. “Personal Guarante Terhadap Perjanjian Kredit dengan Jaminan Hak Tanggungan.” Airlangga Development Journal 3, no. 1 (2020): 54. https://doi.org/10.20473/adj.v3i1.18153.

Bernard L. Tanya dkk, (2006) Teori Hukum Strategi Tertib Manusia Lintas Ruang dan Generasi, CV. Kita, Surabaya

Djuhaenda Hasan. (1996). Lembaga Jaminan Kebendaan bagi Tanah dan Benda lain yang Melekat pada Tanah dalam Konsepsi Penerapan Asas Pemisahan Horizontal.

H. M. ARBA. (2019). Hukum Agraria Indonesia (Vol. 6). Sinar Grafika.

H.R. Daeng Naja. (2005). Hukum Kredit dan Bank Garansi, The Bankers handBook. : PT. Citra Aditya Bakti.

Hutchinson, T C M, and T Hutchinson. Researching and Writing in Law. Researching and Writing in Law. Thomson Reuters/Lawbook Company, 2010. https://books.google.co.id/books?id=JPD4SAAACAAJ.

J. Satrio. (1995). Hukum Perikatan yang Lahir dari Perjanjian. Citra Aditya Bakti.

J Satrio. (2007). Hukum Jaminan, Hak-Hak Jaminan Kebendaan. PT Citra Aditya Bakti.

Komar Andarsasmita. (1982). Notaris II. Sumur.

Mariam Darus Bddrulzaman. (1983). Perjanjian Kredit Bank. Alumni.

Munir Fuady. (1996). Hukum Perkreditan Kontemporer. Citra Aditya Bakti.

Peter Mahmud Marzuki, (2009), Pengantar Ilmu Hukum, Kencana, Jakarta.

Marzuki, Peter Mahmud. “Penelitian Hukum,” 2013.

Purnadi Purbacaraka dan Riduan Halim, (1982), Hak Milik Keadilan dan Kemakmuran Tinjauan Falsafat Hukum, Ghalia Indonesia, Jakarta.

Sudikno Mertokusumo. (1996). Eksekusi Obyek Hak Tanggungan, Permasalahan dan Hambatan.

Supriadi. (2012). Hukum Agraria. Sinar Grafika.

Surojo Wignjodipuro. (1983). Pengantar Ilmu Hukum. Gunung Agung.

Sutan Remy Sjahdeini. (1999). Hak Tanggungan, Asas-Asas Ketentuan Pokok dan Masalah Yang Dihadapi oleh Perbankan. Alumni.

Tan Kamelo. (2006). Hukum Jaminan Fidusia : Suatu Kebutuhan yang Didambakan. Alumni.

Theo Huijbers, (1982) Filsafat Hukum dalam Lintas Sejarang, Yayasan Kanisius, Yogyakarta.

Thomas Suyatno. (1994). Kelembagaan Perbankan. Gramedia Pustaka Utama.

Djoni Sumardi Gozali, (2021), Dasar Filosofis dan Karakteristik Asas Publisitas dalam Jaminan Kebendaan, Jurnal Hukum dan Kenotariatan, volume 5, nomor 4, november 2021

Mulyani, S. (2012). Pengembangan Hak Kekayaan Intelektual Sebagai Collateral (Agunan) Untuk Mendapatkan Kredit Perbankan di Indonesia. Jurnal Dinamika Hukum, 12(3).

Niken Prasetyawati, T. H. (2015). Jaminan Kebendaan dan Jaminan Perorangan Sebagai Upaya Perlindungan Hukum Bagi Pemilik Piutang. Jurnal Sosial Humaniora, 8(1).

Sukmawati, Murlyta Nevi. “Personal Guarante Terhadap Perjanjian Kredit dengan Jaminan Hak Tanggungan.” Airlangga Development Journal 3, no. 1 (2020): 54. https://doi.org/10.20473/adj.v3i1.18153.

PlumX Metrics

Published
2024-03-24
How to Cite
Kasiani, K., & Susetiyo, W. (2024). Pengaturan dan Kedudukan Debitur Wanprestasi dalam Proses Eksekusi Penjualan Objek Hak Tanggungan Milik Pihak Ketiga Secara di Bawah Tangan. Jurnal Supremasi, 14(1), 87-104. https://doi.org/10.35457/supremasi.v14i1.2865
Section
Articles