Hoax Versus Freedom Of Speech (In The Perspective Of Pancasila)

  • Riana Susmayanti Faculty of Law, University of Brawijaya
Abstract views: 60 , [Hoax Versus Freedom Of Speech (In The Perspective Of Pancasila)] downloads: 40
Keywords: HOAX, Freedom of Speech, Pancasila

Abstract

HOAX is a negative consequence of the abuse of freedom of speech. The freedom of speech as part of the citizens' constitutional rights should be exercised responsibly. However, the Act on Electronic Information and Transaction limits the responsibility for HOAX deployment in articles only. Therefore, researchers want to see HOAX as a violation of the norms and values in Pancasila, because of the position of Pancasila as the source of all sources of law. This normative juridical research analyzes dogmatic, theory and legal philosophy which shows that HOAX has violated the norms in the five Precepts of Pancasila.

References

Achmad Ali. (2002). Menguak Tabir Hukum (Suatu Kajian Filosofis dan Sosiologis), Jakarta: Toko Gunung Agung.

Achmad Fedyani Syaifuddin. (2006). “Membumikan Multikulturalisme di Indonesia”, Jurnal Antropologi Sosial Budaya ETNOVISI. Vol 2, No 1 Tahun 2006.

Agus Rahardian dan I Putu Suyatra (Editor), 16 Juli 2020, Lawan Hoax dan Jaga Pancasila, https://baliexpress.jawapos.com/read/2020/07/16/204484/lawan-hoax-dan-jaga-pancasila (diakses 7 September 2020).

Ahmad Rifai. (2011). Penemuan Hukum oleh Hakim: Dalam Perspektif Hukum Progresif, Jakarta: Sinar Grafika.

Ahmad Syafii Maarif. (2006). Islam dan Pancasila Sebagai Dasar Negara: Studi tentang Perdebatan dalam Konstituante. Jakarta: LP3ES.

AR, 29 December 2016, Teori Goebbels dalam Propaganda Jokowi (online), medium.com/@bintangmerah/teori-goebbels-dalam-propaganda-jokowi (accessed 20 May 2020).

Arie Elcaputera dan Ari Wirya Dinata, Penegakan Hukum Penyebaran Berita Bohong (Hoax) dalam Penyelenggaraan Pemilu 2019 Ditinjau dari Konsep Keadilan Pemilu, Call For Paper Evaluasi Pemilu Serentak 2019, Bidang Evaluasi Aspek Hukum Pemilu, www. Journal.kpu.go.id.

Aziz Bachtiar Cendekiawan. (2015). Efektivitas Penggunaan Sosial Media Twitter Sebagai Media Promosi Kesehatan (Analisis Epic Model pada follower Twitter @infoimunisasi PT Biofarma (Persero). Skripsi. Yogyakarta: PS Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora, Universitas Islam Negeri Sultan Kalijaga.

B. Arief Sidharta dari DHM Meuwissen. (1994). “Pengembanan Hukum”, Majalah Pro Justitia Tahun XII Nomor 1 Januari 1994. Bandung: Fakultas Hukum Universitas Katholik Parahyangan.

B. Maftuh. (2008). “Internalisasi Nilai-Nilai Pancasila dan Nasionalisme Melalui Pendidikan Kewarganegaraan”. Jurnal Educationist, Volume 2 Nomor 2 Tahun 2008.

Bagir Manan. (1995). Pertumbuhan dan Perkembangan Konstitusi Suatu Negara, Bandung: Mandar Maju.

Britannica, Francis Bacon (online), https://www.britannica.com/biography/Francis-Bacon-Viscount-Saint-Alban (diakses 19 Mei 2020)

Damanhuri. (2016). “Implementasi NilaiNilai Pancasila Sebagai Upaya Pembangunan Karakter Bangsa”. Jurnal Untirta Civic Education, Vol. 1, No. 02, Tahun 2016.

Dardji Darmodihardjo, Aloysius R. Entah (Editor). Sekitar Pancasila, UUD ’45, dan Pembangunan Sistem Hukum Indonesia. Malang: Surya Pena Gemilang.

Darji Darmodiharjo dan Shidarta. (2002). Pokok-Pokok Filsafat Hukum: Apa dan Bagaimana Filsafat Hukum Indonesia. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Dewi Oktaviani Hidayat, Inggi Eltarian, Oktralika, Rahmat Kevin Priyatna, Sindi Agustina Fernanda. (2019). Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Universitas Lampung, “Implementasi Nilai-Nilai Pancasila dalam Mencegah Degradasi Moral Terhadap Isu Sara Dan Hoax”, Jurnal Rontal Keilmuan PKN Vol. 5/No. 1/April 2019.

F. Fuad. (2012). “Islam dan Ideologi Pancasila Sebuah Dialektika”. Lex Jurnalica, Volume 9 Nomor 3 Tahun 2012.

Fabianus Fensi. (2018). “Fenomena Hoax: Tantangan Terhadap Idealisme Media & Etika Bermedia”, Bricolage Volume 4, Nomor 2, Tahun 2018.

Ganda Surya Satya JAP, Reaktualisasi Nilai-Nilai Pancasila (Core Values) Sebagai Langkah Awal Reformasi Hukum Indonesia Berdasarkan Hukum Progresif, dalam Moh. Mahfud MD, dkk. (2013). Dekonstruksi dan Gerakan Pemikiran Hukum Progresif. Yogyakarta : Thafa Media.

Goodreads, Man Prefers To Believe What He Prefers To Be True (online), https://www.goodreads.com/quotes/63465-man-prefers-to-believe-what-he-prefers-to-be-true (diakses 18 Mei 2020)

Gordon Graham. (2015). Teori-Teori Etika (Eight Theories of Ethics), (Bandung : Nusa Media,

Gordon Stein dalam John George. (1994). “Lies, Credulity, Ignorance, and More Lies”, Jurnal Council for Democratic & Secular Humanism Summer.

H. Septanto. (2018). Pengaruh HOAX dan Ujaran Kebencian Sebuah Cyber Crime dengan Teknologi Sederhana di Kehidupan Sosial Masyarakat, JurnalKalbiscentia, Volume 5, Nomor 2, Tahun 2018.

Helmut Heiber, Joseph Goebbels, Encyclopædia Britannica (online), https://www.britannica.com/biography/Joseph-Goebbels (diakses 20 Mei 2020)

Johnny Ibrahim. (2013). Teori dan Metodologi Penelitian Hukum Normatif. Surabaya: Bayumedia Publishing.

Kaelan. (2002). Filsafat Pancasila: Pandangan Hidup Bangsa Indonesia. Yogyakarta: Paradigma.

Kaelan. (2010). Pendidikan Pancasila. Yogyakarta: Penerbit Paradigma.

Kamus Besar Bahasa Indonesia (online), https://kbbi.web.id/klarifikasi (diakses 20 Mei 2020)

Komarudin Hidayat, Bahaya Hoax Bisa Berujung Pada Pembunuhan Karakter, https://kominfo.go.id/content/detail/8716/bahaya-hoax-bisa-berujung-pada-pembunuhan-karakter/0/sorotan_media (diakses 7 September 2020)

M. Iqbal Al Machmudi, 12 November 2019, Menangkal Hoaks Melalui Nilai-Nilai Pancasila, https://mediaindonesia.com/read/detail/270926-menangkal-hoaks-melalui-nilai-nilai-pancasila (diakses 7 September 2020)

Mardiyanto, 1 Jun 2019, Pancasila dan Tantangan Milenial, https://news.detik.com/kolom/d-4573104/pancasila-dan-tantangan-milenial (diakses 7 September 2020)

Martinov, 23 April 2013, Beberapa Peristiwa Hoax Berkedok Agama, https://www.kaskus.co.id/thread/5176091248ba54d34a000005/beberapa-peristiwa-hoax-berkedok-agama/

Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) dalam Ibnu Hariyanto, 16 Oktober 2018, Anita Wahid: Hoax Makin Meningkat Bila Berhubungan dengan Isu Agama, https://news.detik.com/berita/d-4259224/anita-wahid-hoax-makin-meningkat-bila-berhubungan-dengan-isu-agama (diakses 7 September 2020)

Moh. Kusnardi dan Harmaily Ibrahim. (1988). Hukum Tata Negara Indonesia. Jakarta: Pusat Studi Hukum Tata Negara FHUI dan Sinar Bakti.

Nyana Wangsa dan Kristian. (2015). Hermeneutika Pancasila: Orisinaitas & Bahasa Hukum Indonesia. Bandung: Refika Aditama.

Peter Mahmud Marzuki. (2011). Penelitian Hukum. Jakarta: Kencana.

Rosyida Irianti. (2018). Hoax dan Pergeseran Preferensi Sosial Politik Mahasiswa (Studi Deskriptif Mengenai Peran Ruang Publik dalam Masyarakat Urban. Skripsi. Surabaya: FISIP, Universitas Airlangga.

Rozikin Daman, Hukum Tata Negara (Suatu Pengantar), (Jakarta : RajaGrafindo Persada, 1993)

S. Respati, 23 Januari 2017, Mengapa Banyak Orang Mudah Percaya Berita “Hoax”? http://nasional.kompas.com/read/2017/01/23/18181951/mengapa.banyak.orang.mudah.percaya.berita.hoax. (diakses 7 September 2020)

Samidjo dan A. Sahal. (1988). Tanya Jawab: Pengantar Ilmu Hukum. Bandung : Armico.

Samidjo. (1985). Pengantar Hukum Indonesia: Dalam Sistem S.K.S. dan Dilengkapi Satuan Acara Perkuliahan. Bandung: Armico.

Sholeh So’an. (2004). Moral Penegak Hukum di Indonesia (Pengacara, Hakim, Polisi, Jaksa) dalam Pandangan Islam. Bandung: Agung Ilmu.

Sudikno Mertokusumo. (1996). Mengenal Hukum: Suatu Pengantar. Yogyakarta: Liberty

Sunoto. (1995). Mengenal Filsafat Pancasila: Pendekatan melalui Metafisika, Logika dan Etika. Yogyakarta: PT Hanindita Graha Widya.

Suparman dalam Yolanda Hasian Ambarita, Jumat, 1 Jun 2018, Tekankan Nilai Pancasila untuk Tangkal Penyebaran Berita Hoax, https://www.bantennews.co.id/tekankan-nilai-pancasila-untuk-tangkal-penyebaran-berita-hoax/ (diakses 7 September 2020)

Tim Penyusun Hukum Acara Mahkamah Konstitusi. (2010). Hukum Acara Mahkamah Konstitusi. Jakarta : Sekretariat Jenderal dan Kepaniteraan MKRI.

Utami dalam Arie Elcaputera dan Ari Wirya Dinata. Penegakan Hukum Penyebaran Berita Bohong (Hoax) dalam Penyelenggaraan Pemilu 2019 Ditinjau Dari Konsep Keadilan Pemilu, Call For Paper Evaluasi Pemilu Serentak 2019, Bidang Evaluasi Aspek Hukum Pemilu, www. Journal.kpu.go.id

Y. Latif. (2011). Negara Paripurna Historisitas dan Aktualitas Pancasila. Jakarta: Gramedia.

Yolanda Hasian Ambarita, Jumat, 1 Jun 2018, Tekankan Nilai Pancasila untuk Tangkal Penyebaran Berita Hoax, https://www.bantennews.co.id/tekankan-nilai-pancasila-untuk-tangkal-penyebaran-berita-hoax/ (diakses 7 September 2020)

Published
2021-02-26
How to Cite
Susmayanti, R. (2021). Hoax Versus Freedom Of Speech (In The Perspective Of Pancasila). Jurnal Supremasi, 11(1), 15-29. https://doi.org/10.35457/supremasi.v11i1.1205
Section
Articles