Peran Badan Amil Zakat Nasional Dalam Pengentasan Kemiskinan Exstrim di Kabupaten Tulungagung

Authors

  • Ahmad Saifuddin BAZNAS Tulungagung
  • Dwi Wahyu Ningtyas

DOI:

https://doi.org/10.35457/pkzzne11

Keywords:

Baznas, Zakat, Kemiskinan

Abstract

Abstrack

This study was motivated by a phenomenon concerning the role of BAZNAS Tulungagung Regency in alleviating extreme poverty through the “sebatangkara” living expense assistance program during the 2022–2024 period. This program is aimed at elderly beneficiaries and vulnerable individuals without a breadwinner, with the goal of meeting their basic needs and ensuring a decent standard of living. The research method employed was field research using a descriptive qualitative approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and were subsequently analyzed interactively. The results of the study indicate a downward trend in the number of aid recipients, from 218 beneficiaries in 2022 to 204 beneficiaries in 2024, with a decrease in funding from Rp784,800,000.00 to Rp734,400,000.00. This decline is influenced by natural factors, such as the passing of beneficiaries, as well as stricter data verification and validation policies. Although the number of recipients has decreased, the proportion of funds distributed per beneficiary remains consistent. This underscores that the program is not merely charitable but also embodies the maqashid al-sharia in safeguarding life (hifz an-nafs) and demonstrates a zakat policy that is increasingly targeted. Challenges that remain include data accuracy, resource constraints, and beneficiary dependency. Therefore, strengthening digital systems, management transparency, and institutional synergy are necessary to enhance the effectiveness of zakat as an instrument for empowerment and sustainable poverty alleviation.

 

Abstrak

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh sebuah fenomena yang berkenaan dengan peran BAZNAS Kabupaten Tulungagung dalam pengentasan kemiskinan ekstrem melalui program bantuan biaya hidup sebatangkara pada periode 2022–2024. Program ini diarahkan kepada mustahik lansia dan individu rentan tanpa penanggung nafkah dengan tujuan memenuhi kebutuhan dasar serta menjaga kelangsungan hidup yang layak. Metode penelitian yang digunakan adalah field research dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara interaktif. Hasil penelitian menunjukkan adanya tren penurunan jumlah penerima bantuan dari 218 mustahik pada tahun 2022 menjadi 204 mustahik pada tahun 2024, dengan penurunan dana dari Rp784.800.000,00 menjadi Rp734.400.000,00. Penurunan ini dipengaruhi oleh faktor alamiah, seperti meninggalnya mustahik, serta kebijakan verifikasi dan validasi data yang lebih ketat. Meskipun jumlah penerima menurun, proporsi distribusi dana per mustahik tetap konsisten. Hal ini menegaskan bahwa program tidak sekadar karitatif, tetapi juga merepresentasikan maqashid syariah dalam menjaga jiwa (hifz an-nafs) serta memperlihatkan arah kebijakan zakat yang semakin tepat sasaran. Tantangan yang masih dihadapi mencakup akurasi pendataan, keterbatasan sumber daya, dan ketergantungan mustahik. Oleh karena itu, penguatan sistem digital, transparansi pengelolaan, dan sinergi kelembagaan diperlukan guna meningkatkan efektivitas zakat sebagai instrumen pemberdayaan dan pengentasan kemiskinan berkelanjutan.

 

Kata Kunci: BAZNAS, zakat, beneficiaries, extreme poverty, welfare

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

(BAZNAS), Badan Amil Zakat Nasional. “Laporan Penanggulangan Dan Pengentasan Kemiskinan BAZNAS 2024 Buku II-Jawa,” Vol. 8, 2024.

Akhmad Fatikhurrizqi, Bayu Dwi Kurniawan. “Peran Bantuan Sosial Dalam Pengentasan Kemiskinan Ekstrem Di Jawa Timur Tahun 2020.” Seminar Nasional Official Statistics 2022, no. 1 (2022): 1027–36. https://doi.org/10.34123/semnasoffstat.v2022i1.1322.

Faizul Abrori, Nailul Marom. “Penetapan Had Kifayah Zakat Dan Kemiskinan Ekstrim Dalam Sosio Ekonomi Asnaf” 2, no. 2 (2025): 63–72.

Fitri Ana Siregar, Angger Hidayat. “Optimalisasi Zakat Dalam Upaya Pengentasan Kemiskinan Di Indonesia.” PROFJES : Profetik Jurnal Ekonomi Syariah Vol. 03 No. 01 Januari-Juni 2024 Https://Jurnal.Uinsyahada.Ac.Id/Index.Php/Profetik/Index 2, no. 2 (2024).

Ir.Muhammad Amin, M.M. “Profil Kemiskinan Maret 2024 Kabupaten Tulungagung,” no. 07 (2024): 1–9. https://trenggalekkab.bps.go.id/pressrelease/2021/01/28/461/profil-kemiskinan--di-kabupaten-trenggalek-2020.html.

Ningtyas, Dwi Wahyu, Nuhan Nabawy, Laily Nur Syayidah, and Askin Toyibah. “MANAJEMEN AKAD WAKAF DALAM PEMBERDAYAAN MASJID AR-RAHMAN DI KOTA BLITAR.” PROPHETIK: Jurnal Kajian Keislaman 2, no. 1 (2024): 75–87. https://doi.org/10.35457/prophetik.v2i1.3582.

Rita Zahra. “Konsep Fashion Dalam Alquran.” Uin Ar-Raniry, 2020. https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/13662/.

Sofian, Alif, Makrifatul Ulum, Muhammad Abdul Rozaq, Mukhamat Nasikin, and Dakusta Puspitasari. “Analisis Penyaluran Program RTLH Dalam Pandangan Ekonomi Islam Di Desa Banyuwangi Kecamatan Bandongan Kabupaten Magelang.” Jurnal Rekoginisi Ekonomi Islam 1, no. 1 (2022): 60–66. https://doi.org/10.34001/jrei.v1i1.88.

Downloads

Published

2026-06-30

How to Cite

Saifuddin, A., & Ningtyas, D. W. (2026). Peran Badan Amil Zakat Nasional Dalam Pengentasan Kemiskinan Exstrim di Kabupaten Tulungagung. PROPHETIK: Jurnal Kajian Keislaman, 4(1), 66-85. https://doi.org/10.35457/pkzzne11