ANALISIS REPRODUKSI KELINCI PERSILANGAN NEW ZEALAND WHITE DI KABUPATEN BLITAR

  • Rahayu Universitas Islam Balitar
  • widyasworo Universitas Islam Balitar
  • opi ari Universitas Islam Balitar
Abstract views: 1445 , PDF downloads: 0
Keywords: Analysis, reproduction, rabbits

Abstract

This research was conducted with the aim of knowing the reproduction of rabbit crosses in Blitar. The method used analysis quantitative descriptive the purpose is to describe the file. The research describe,deviation standart, highest and lowelst values. This research material uses rabbit crosses with the same maintenance and feeding systems that have at least given birth to litter size, service per conception, and birth interval.

The results obtained from this study to show an average  litter size of 6 owned, service per conception of 2 times marriage and birth interval 2 months.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Asep. 2010. Potensi Pengembangan Kelinci Mendukung Peningkatan Gizi Masyarakat Di Kota Batu. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Timur.
Bahar, syamsu. Bachtar bakrie. Umming sente. Dini andayani. B.V. Lotulung. 2013. Potensi dan Peluang Pengembangan Ternak Kelinci Di Wilayah Perkotaan DKI Jakarta. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jakarta.
Balai penelitian ternak ciawi. 2008. Pedoman optimalisasi inseminasi buatan (IB). Ciawi .
Kuswanto. 2012. Analisis Usaha Ternak Kelinci Sejahtera Farm Kecamatan Ciampea Bogor. Institut Peternakan Bogor.
Lheukwumere, F. C. 2010. Effect of mixed feeding on litter performance traits of rabbit does. Pakistan journal of Nutrition 7 (4): 594-596.
Limbong, siska R. 2010. Pengaruh frekuensi perkawinan dan sex ratio terhadap lama bunting dan litter size pada kelinci persilangan. Medan. Fakultas Pertanian. Universitas Sumatera Utara.
Masanto, R., dan Agus, A. 2013. Kelinci Potong Pembibitan dan Penggemukan. Penebar Swadaya, Jakarta.
McNitt, J. I., Lukefahr, S. D., Cheeke, P. R., & Patton, N. M. 2013. Rabbit production (No. Ed. 9). CABI.
Moreki, J. C. 2010. Commercial rabbit production. Agrinews Magazine 38 (10) : 2 – 12
Partodihardjo, S. 2011. Ilmu Reproduksi Hewan. Mutiara Sumber Widya. Jakarta.
Purnama, D., 2007. Tehnik fostering sebagai tindakan alternatif dalam usaha meningkatkan produktivitas induk kelinci. Proseding Lokakarya Fungsional Non Peneliti. Puslitbangnak pp : 54 – 61.
Rohimah. 2012. Kecernaan Nutrien pada Kelinci Peranakan New Zealand White Jantan yang diberi pellet ransum komplit mengandung Indigofera zollingeriana dan Leucaena lucoce phala. Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan. Institut Pertanian Bogor.
Roberto, F. 2010. Pemberian Ransum Komplit Mengandung Bungkil Inti Sawit Sebagai Pengganti Bungkil Kelapa Dengan Hijauan Berbeda Terhadap Penampilan Reproduksi Induk Kelinci Lokal. Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan. Institut Pertanian Bogor.
Rismunandar, 2010. Meningkatkan Konsumsi Protein Dengan Beternak Kelinci. Sinar Baru. Bandung.
Santosa U, Sutarno. 2010. Bobot Potong dan Karkas Kelinci New Zealand White Jantan setelah pemberian ransum Kacang Koro (Mucuna pruriens var. utilis). Bioteknologi. 7:19-26.
Sayid, ahmad abdullah. Edy susanto. Arif aria h. 2015. Pengaruh Penambahan Ampas Tahu dalam Penggunaan Konsentrat dan Hijauan terhadap jumlah konsumsi, pbb dan fcr kelinci lokal jantan. Universitas Islam Lamongan.

PlumX Metrics

Published
2021-02-22
How to Cite
Rahayu, P., widyasworo, A., & ari kustanti, N. opi. (2021). ANALISIS REPRODUKSI KELINCI PERSILANGAN NEW ZEALAND WHITE DI KABUPATEN BLITAR. AVES: Jurnal Ilmu Peternakan, 13(1), 11-22. https://doi.org/10.35457/aves.v13i1.1390
Section
Articles

Most read articles by the same author(s)

<< < 1 2 3