Penerapan PGPR pada Berbagai Tingkat Kedalaman terhadap Pertumbuhan dan Hasil Panen Sawi Putih (Brassica rapa L.)

Authors

  • Fajar Hidayanto Agroindustry Product Development department, State Polytechnic of Cilacap, Central Java, Indonesia
  • Tedy Purwanto University of Merdeka Pasuruan, Faculty of Agriculture, Pasuruan-67129, Indonesia
  • Retno Tri Purnamasari University of Merdeka Pasuruan, Faculty of Agriculture, Pasuruan-67129, Indonesia
  • Ahmad Zainul Arifin University of Merdeka Pasuruan, Faculty of Agriculture, Pasuruan-67129, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.35457/gvx7kg14

Keywords:

akar bambu

Abstract

Penggunaan pupuk anorganik yang berlebihan dalam pertanian telah menyebabkan degradasi tanah, ketidakseimbangan nutrisi, dan penurunan populasi mikroba, yang mengancam keberlanjutan jangka panjang. Bakteri Rizosfer Peningkat Pertumbuhan Tanaman (PGPR) menawarkan alternatif biologis yang menjanjikan untuk meningkatkan produktivitas tanaman sekaligus menjaga kesehatan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kedalaman ekstraksi akar bambu yang optimal untuk persiapan PGPR dan pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan hasil sawi putih (Brassica rapa L.). Penelitian ini dilakukan di Dusun Babatan, Desa Bakalan, Kota Pasuruan, dari Januari hingga April 2025, menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan lima perlakuan: PGPR diekstraksi pada kedalaman 0, 10, 20, 30, dan 40 cm, masing-masing diulang lima kali. PGPR diaplikasikan empat kali selama masa pertumbuhan pada 5, 10, 15, dan 20 hari setelah tanam. Parameter pertumbuhan termasuk tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, berat kering bagian atas dan bawah tanaman, dan berat panen diukur pada 10, 15, 20, dan 25 hari setelah tanam. Hasil menunjukkan bahwa PGPR yang diekstrak pada kedalaman 20 cm menghasilkan hasil yang secara signifikan lebih unggul di semua parameter. Pada saat panen, perlakuan 20 cm menghasilkan 263,52 g per tanaman, secara signifikan lebih tinggi daripada kontrol (198,60 g). Perlakuan ini juga menunjukkan tinggi tanaman tertinggi (32,28 cm), jumlah daun (9,68), luas daun (820,73 cm²), dan berat kering total. Temuan ini menunjukkan bahwa PGPR akar bambu yang diekstrak pada kedalaman 20 cm paling efektif untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil sawi putih, menawarkan solusi biofertilizer berkelanjutan untuk produksi sayuran.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Al Amin, R., Purnamasari, R. T., & Arifin, A. Z. (2025). Pengaruh Kedalaman Akar Bambu Terhadap Kandungan Unsur Hara Makro Dalam Pembuatan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR). Jurnal Agroteknologi Merdeka Pasuruan, 9(2), 128-134.

Batool, S., & Altaf, M. A. (2017). Plant growth promoting rhizobacteria (PGPR) reduces application rates of fertilizers in Chili (Capsicum frutescens L.) cultivation. Journal of Horticulture, 4(4), 1-4.

Dutta, P., Muthukrishnan, G., Gopalasubramaiam, S., Dharmaraj, R., Karuppaiah, A., Loganathan, K., & Mishra, A. K. (2022). Plant growth-promoting rhizobacteria (PGPR) and its mechanisms against plant diseases for sustainable agriculture and better productivity. Biocell, 46(8), 1843.

Gafur, M. A. A., Sangadji, Z., Riskawati, R., & Mayor, F. I. (2024). Enhancing lettuce (Lactuca sativa L.) production with plant growth-promoting rhizobacteria. Jurnal Ilmiah Pertanian, 21(3), 182-190.

Hanifah, S. I., & Sudiarso, S. (2022). Pengaruh Penggunaan Pupuk Organik dan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt.). Jurnal Produksi Tanaman, 10(10), 570-580.

Hidayanto, F., Purwanto, B. H., & Utami, S. N. H. (2020). Relationship between allophane with labile carbon and nitrogen fractions of soil in organic and conventional vegetable farming systems. Polish Journal of Soil Science, 53(2), 273-291.

Lambers, H., Oliveira, R. S., Pons, T. L., & Pons, T. L. (2019). Photosynthesis, respiration, and long-distance transport: photosynthesis. In Plant physiological ecology (pp. 11-114). Cham: Springer International Publishing.

Marom, N., Rizal, F. N. U., & Bintoro, M. (2017). Uji efektivitas saat pemberian dan konsentrasi PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) terhadap produksi dan mutu benih kacang tanah (Arachis hypogaea L.). Agriprima: Journal of Applied Agricultural Sciences, 1(2), 174-184.

Mehmood, U., Inam-ul-Haq, M., Saeed, M., Altaf, A., Azam, F., & Hayat, S. (2018). A brief review on plant growth promoting rhizobacteria (PGPR): a key role in plant growth promotion. Plant Prot, 2(2), 77-82.

Murnita, M., & Taher, Y. A. (2021). Dampak pupuk organik dan anorganik terhadap perubahan sifat kimia tanah dan produksi tanaman padi (Oriza sativa L.). Menara Ilmu: Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah, 15(2).

Naihati, Y. F., Taolin, R. I. C. O., & Rusae, A. (2018). Pengaruh Takaran dan Frekuensi Aplikasi PGPR terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Selada (Lactuca sativa L.). Savana Cendana, 3 (01), 1–3.

Ollo, L., Siahaan, P., & Kolondam, B. (2019). Uji Penggunaan PGPR (Plant Growth-Promoting Rhizobacteria) terhadap Pertumbuhan Vegetatif Tanaman Cabai Merah (Capsicum annuum L.). Jurnal Mipa, 8(3), 150-155.

Pandey, R., Paul, V., Das, M., Meena, M., & Meena, R. C. (2017). Plant growth analysis. Manual of ICAR Sponsored Training Programme on “Physiological Techniques to Analyze the Impact of Climate Change on Crop Plants, 103-107.

Panhwar, Q. A., Ali, A., Naher, U. A., & Memon, M. Y. (2019). Fertilizer management strategies for enhancing nutrient use efficiency and sustainable wheat production. In Organic farming (pp. 17-39). Woodhead Publishing.

Pratiwi, S. H., Purnamasari, R. T., Hidayanto, F., & Bakhtiar, I. D. (2024). Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Stroberi (Fragaria sp.) Varietas Mancir Terhadap Pemberian Trichokompos Kohe Sapi dan NPK. Agroteknika, 7(1), 24-38.

Purnamasari, R. T., Karina, C. A., Zulfarosda, R., & Hidayanto, F. (2022). Uji pertumbuhan dan produksi okra (Abelmoschus esculentus l.) akibat pemupukan kotoran ayam fermentasi. Jurnal Pertanian Cemara, 19(1), 30-34.

Purnamasari, R. T., Pratiwi, S. H., & Hidayanto, F. H. (2023). Effect of coconut husk organic fertilizer from liquid organic fertilizer waste on growth and yield eggplant (Solanum melongena L.). Acta fytotechnica et zootechnica:: ISSN 1336-9245, 26(1).

Sagay, K., Siahaan, P., & Mambu, S. (2020). Respon pertumbuhan vegetatif sawi hijau (Brassica rapa L. var. Tosakan) akibat pemberian PGPR (plant growth promoting rhizobacteria) yang dikombinasikan dengan pupuk kompos dan NPK. Jurnal Bios Logos Vol, 10(2).

Sipayung, B. P., Kune, S. J., Nubatonis, A., & Mambur, Y. P. V. (2021). Pengambilan Keputusan dan Preferensi Petani Menggunakan Pupuk Subsidi di Kecamatan Sentra Padi Kabupaten Timor Tengah Utara (Studi Kasus Kecamatan Biboki Anleu). Agrimor, 6(4), 194-202.

Syamsiah, M., & Royani, S. P. (2014). Respon pertumbuhan dan produksi tanaman cabai merah (Capsicum annum L.) terhadap pemberian PGPR (plant growth promoting rhizobakteri) dari akar bambu dan urine kelinci. Jurnal Agroscience, 4(2), 119-114.

Tawakal, M. B., Tyasmoro, S. Y., & Wicaksono, K. P. (2025). Effect of organic fertilizers and plant growth-promoting rhizobacteria (PGPR) on nutrient residue and growth of rice (Oryza sativa L.). International Journal of Environment, Agriculture and Biotechnology, 10(1), 592581.

Additional Files

Published

2026-05-27

Issue

Section

Articles

How to Cite

Penerapan PGPR pada Berbagai Tingkat Kedalaman terhadap Pertumbuhan dan Hasil Panen Sawi Putih (Brassica rapa L.). (2026). VIABEL: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Pertanian, 21(1), 23-34. https://doi.org/10.35457/gvx7kg14