Pemanfaatan Briket Bioenergi dalam Community Based Education pada Petani Garam Rakyat di Kabupaten Pidie

Authors

  • Teuku Athaillah Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Teuku Umar
  • Abdul Muzammil Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Teuku Umar
  • Bagio Bagio Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Teuku Umar
  • Putra Kurniawan Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Teuku Umar
  • Zakki Muhtaram Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Teuku Umar
  • Kamalia Ulfa Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Teuku Umar

DOI:

https://doi.org/10.35457/wymet698

Keywords:

Briket; Bioenergi; Garam Rakyat; Pendampingan, Pidie.

Abstract

Pemanfaatan briket bioenergi sebagai alternatif bahan bakar pada industri garam rakyat menghadapi tantangan rendahnya penerimaan dan pengalaman praktis masyarakat. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penerapan Community Based Education (CBE) dalam mendukung pemanfaatan briket bioenergi pada petani garam rakyat di Kabupaten Pidie. Penelitian menggunakan desain mixed-method dalam kerangka CBE, dengan pendekatan kuantitatif melalui one group pretest–posttest untuk mengukur perubahan pengetahuan, serta angket dan observasi untuk menilai sikap dan minat pemanfaatan. Pendekatan kualitatif dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) untuk menggali persepsi kelayakan ekonomi dan keberterimaan briket bioenergi. Kegiatan dilaksanakan selama enam hari dengan melibatkan 50 petani garam. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan skor pengetahuan peserta dari 45,2 menjadi 82,7 (p < 0,05), serta 88,6% peserta menyatakan kesediaan memanfaatkan briket bioenergi sebagai bahan bakar utama atau alternatif. Temuan kualitatif menunjukkan bahwa penggunaan briket berbahan baku lokal yang mudah diperoleh dan berbiaya rendah dipersepsikan lebih praktis dan stabil dibandingkan kayu bakar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemanfaatan briket bioenergi melalui pendekatan CBE efektif sebagai proses pembelajaran berbasis pengalaman dan berpotensi mendukung adopsi energi bersih pada industri garam rakyat.

Downloads

Download data is not yet available.

References

R. McMaster, B. Noble, and G. Poelzer, “Assessing local capacity for community appropriate sustainable energy transitions in northern and remote Indigenous communities,” Renew. Sustain. Energy Rev., vol. 191, p. 114232, 2024, doi: https://doi.org/10.1016/j.rser.2023.114232.

O. Oladejo, E. Shava, and N. Ndebele, “Renewable energy adoption: a case of skill gaps in South African local government,” Front. Sustain. Energy Policy, 2025, doi: 10.3389/fsuep.2025.1525160.

L. Prasetyani, F. Totti, P. Mulyanto, S. Putri, and A. R. R, “Kampung Berseri Berbasis Energi Bersih : Meningkatkan Kesadaran dan Keterampilan Masyarakat tentang Energi Baru Terbarukan,” pp. 19–25.

I. Desti and I. Desti, “Literature Review : Upaya Energi Bersih ,” vol. 4, no. 1, 2022.

B. Surya et al., “Community Empowerment and Utilization of Renewable Energy: Entrepreneurial Perspective for Community Resilience Based on Sustainable Management of Slum Settlements in Makassar City, Indonesia,” Sustainability, 2021, doi: 10.3390/su13063178.

M. Mulkifan, “Upaya Pemerintah Pidie dalam Meningkatkan Produksi Garam di Gampong Ceubrek Kabupaten Pidie.,” J. Adm. dan Sos. Sains, vol. 3, no. 2, 2024.

A. Halidasari and A. Abdullah, “Peran Pemerintah terhadap Peningkatan Produksi Garam di Gampong Cebrek Kabupaten Pidie Menurut Hukum Islam,” Al-Mudharabah J. Ekon. dan Keuang. Syariah, vol. 3, pp. 75–85, Dec. 2021, doi: 10.22373/al-mudharabah.v3i2.2013.

T. Athaillah, M. Masykur, H. Husin, A. Adib, and M. R. Aulia, “Briquettes from a Mixture of Cow Manure, Rice Husks and Wood Dust as Alternative Fuel,” J. Ecol. Eng., vol. 25, no. 1, pp. 290–299, 2024, doi: 10.12911/22998993/177194.

B. Narapureddy et al., “Development of a community orientation program (COP) as a community-based medical education method for undergraduate medical students: an experience from India,” BMC Med. Educ., vol. 21, 2021, doi: 10.1186/s12909-021-03069-w.

C. J. Villani and D. Atkins, “Community-based education,” Sch. Community J., vol. 10, no. 1, pp. 39–44, 2000.

T. Athaillah, M. Masykur, H. Husin, B. Bagio, and M. R. Aulia, “Emission test for briquette mixture of cow manure, rice husk and wood dust,” Int. J. Innov. Res. Sci. Stud., vol. 8, no. 4, pp. 922–931, 2025, doi: 10.53894/ijirss.v8i4.7975.

M. Tseng, V. Ardaniah, R. Y. Sujanto, M. Fujii, and M. Lim, “Multicriteria assessment of renewable energy sources under uncertainty: Barriers to adoption,” Technol. Forecast. Soc. Change, vol. 171, p. 120937, 2021, doi: 10.1016/j.techfore.2021.120937.

P. Romeo, A. Setyobudi, and Y. A. Nau, “Diseminasi Informasi Pemanfaatan Bahan Bakar Alternatif Pengganti Kayu Bakar Bagi Pemasak Garam di Desa Oebelo Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang,” Indones. J. Community Dedication, vol. 3, no. 1, pp. 88–93, 2025.

M. Rizwan et al., “Pemanfaatan Limbah Tempurung Kelapa Menjadi Inovasi Briket Ramah Lingkungan Di Desa Gemilang Jaya,” J. Pengabdi. Masy. Bangsa, vol. 2, no. 7, pp. 2707–2713, 2024.

N. Sari, L. H. Maniza, and S. Fujiaturrahman, “PKM Kelompok Usaha Briket Melalui Pemanfaatan Limbah Bongkol Jagung,” Qardhul Hasan Media Pengabdi. Kpd. Masy., vol. 4, no. 2, pp. 102–111, 2018.

L. Lasadara, Z. Zamroni, and B. Tamam, “Concept of Implementing CBE (Community Based Education) In Indonesia,” in Proceeding of International Conference on Education, Society and Humanity, 2024, vol. 2, no. 2, pp. 1477–1485.

Published

2026-02-05

Deprecated: json_decode(): Passing null to parameter #1 ($json) of type string is deprecated in /home/ejournal.unisbablitar.ac.id/public_html/plugins/generic/citations/CitationsPlugin.php on line 68

How to Cite

Pemanfaatan Briket Bioenergi dalam Community Based Education pada Petani Garam Rakyat di Kabupaten Pidie. (2026). Konstruktivisme : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran, 18(1), 125-133. https://doi.org/10.35457/wymet698