Representasi Kekerasan dalam Rumah Tangga pada Film Darlings (2022)

  • Sonia Nur Annisa Universitas Jenderal Soedirman
  • Sotyania Wardhianna Universitas Jenderal Soedirman
  • Imam Santosa Universitas Jenderal Soedirman
Abstract views: 202 , PDF downloads: 188

Abstract

Kajian mengenai kekerasan rumah tangga terhadap istri yang terepresentasi pada film sudah banyak dilakukan. Namun, penelitian kekerasan terhadap suami pada film masih jarang dilakukan. Laki-laki selalu digambarkan maskulin. Sehingga, ketika laki-laki ditampilkan menjadi korban kekerasan, penonton menganggapnya sesuatu yang wajar. Tujuan dari peneliti ini adalah menjelaskan kekerasan terhadap laki-laki dalam rumah tangga yang direpresentasikan Film Darlings (2022). Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah semiotika karya Roland Barthes. Hasil dari penelitian ini menunjukan bentuk-bentuk kekerasan langsung yang terdapat Film Darling (2022) yakni kekerasan fisik, kekerasan psikis, dan penelantaran terhadap suami. Selain itu, juga terdapat kekerasan kultural pada film ini.

References

Adhera R. Vidasari, N. W. (2014). The Portrayal of Male Dominance through Domestic Violence in Lovelace Film (2013). Allusion, 74-84.

Bozkurt, V., Tartanoglu, S., & Dawes, G. (2015). Masculinity and Violence: Sex Roles and Violence Endorsement among University Students. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 254-260. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2015.09.072

Deshpande, S. (2019). Sociocultural and Legal Aspects of Violence Against Men. Journal of Psychosexual Health, 246-249. https://doi.org/10.1177/2631831819894176

Djajasudarma, T. F. (2006). Metode linguistik : ancangan metode penelitian dan kajian. Bandung : Refika Aditama.

Eriyanti, L. D. (2017). Pemikiran Johan Galtung tentang Kekerasan dalam Perspektif Feminisme. JURNAL HUBUNGAN INTERNASIONAL, 27-37. http://dx.doi.org/10.18196/hi.61102

Harris, I. M. (1995). Messages Men Hear: Constructing Masculinities. Bristol: Taylor & Francis.

Irawanto, B. (1999). Film, Ideologi, dan Militer: Hegemoni Militer dalam Sinema Indonesia . Yogyakarta: Media Pressindo.

Kumar, A. (2014). Domestic Violence against Men in India: A Perspective. Routledge, 290-296. http://dx.doi.org/10.1080/10911359.2012.655988

Malik, J., & Nadda, A. (2019). A cross-sectional study of gender-based violence against men in the rural area of Haryana, India. Indian Journal of Community Medicine, 35-38. https://doi.org/10.4103%2Fijcm.IJCM_222_18

Ranteallo, R. R., & Mapandin, A. (2020). LPPM: Jurnal Ilmiah Kesehatan Promotif HUBUNGAN ANTARA KEBIASAAN MENONTON FILM KEKERASAN DENGAN PERILAKU AGRESIF REMAJA LAKI-LAKI DI DUSUN KARUNGANGA KELURAHAN TALLULOLO, TORAJA UTARA TAHUN 2018. Jurnal Ilmiah Kesehatan Promotif, 1-7. https://doi.org/10.56437/jikp.v5i1.34

Ruangnapakul, N., Yusof, N., & Hamid, N. A. (2018). Perspectives on violence against women in Thai film: The Eternity. Kasetsart Journal of Social Sciences, 509-517. https://doi.org/10.1016/j.kjss.2018.07.005

Saubani, A. ( 2020, Mei 15). Istri Hakim PN Medan Ungkap Alasan Membunuh Suaminya. From Republika: https://news.republika.co.id/berita/qadm3p409/istri-hakim-pn-medan-ungkap-alasan-membunuh-suaminya

Sobur, A. (2016). Semiotika Komunika. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Sunarto. (2010). Stereotipasi Peran Gender Wanita dalam Program Televisi Anak di Indonesia. Jurnal Ilmu Komunikasi 2010, halaman , 233 - 245. https://doi.org/10.31315/jik.v8i3.3743

Surahman, S., Corneta, I., & Senaharjanta, I. L. (2020). FEMALE VIOLENCE PADA FILM MARLINA SI PEMBUNUH. Jurnal SEMIOTIKA, 55-76. http://dx.doi.org/10.30813/s:jk.v14i1.2198

Susanti, V. (2018). Pembunuhan Suami oleh Istri dalam Konteks Kekerasan dalam Rumah Tangga dan Penghukuman yang Dialaminya. SAWWA, 261-280. https://doi.org/10.21580/sa.v13i2.2991

PlumX Metrics

Published
2023-09-30
How to Cite
Annisa, S. N., Wardhianna , S., & Santosa, I. (2023). Representasi Kekerasan dalam Rumah Tangga pada Film Darlings (2022). Translitera : Jurnal Kajian Komunikasi Dan Studi Media, 12(2), 49-58. https://doi.org/10.35457/translitera.v12i2.2859