Karakteristik Morfologi Dua Jenis Sagu Di Desa Hutumuri Kecamatan Leitimur Selatan Kota Ambon

  • Anna Wattimena Universitas Pattimura
  • Marlita Makaruku
  • Esther Kembauw
Abstract views: 53 , PDF downloads: 54
Keywords: Sagu, Karakteristik, Morfologi

Abstract

Salah satu komoditi bahan pangan yang banyak mengandung karbohidrat adalah sagu. Maluku merupakan salah satu daerah asal dan sentra penyebaran sagu. Tujuan penelitian adalah mengkarakteristik morfologi dua jenis sagu sebagai potensi yang ada di kota Ambon khususnya desa Hutumuri. Penelitian menggunakan metode survei dan observasi lapangan. Survei dilakukan melalui wawancara kuesioner terhadap 15 orang petani sampel yang membudidayakan sagu. Masing-masing petani diambil 2 pohon sagu tuni dan 2 pohon sagu ihur untuk karakterisasi morfologi sagu. Data yang dikumpulkan yaitu data primer dan data sekunder. Parameter yang diamati meliputi batang pohon sagu  (tinggi pohon, tinggi batang, keliling batang, diameter batang) , daun sagu (warna daun, warna pelepah daun, panjang pelepah, jumlah daun, jumlah bekas daun, jumlah anak daun kanan dan kiri, panjang anak daun kanan dan kiri, lebar anak daun kanan dan kiri), duri sagu (jumlah duri sagu, jarak antar duri, panjang duri, warna duri) dan  tingkat pertumbuhan sagu dalam satu rumpun. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukan terdapat perbedaan warna untuk pelepah daun antara sagu tuni dan sagu ihur. Duri sagu ihur lebih banyak dan lebih panjang dari sagu tuni. Batang sagu dan diameter batang sagu tuni lebih besar dari sagu ihur.

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

A’yuningsih, D. (2017). Pengaruh faktor lingkungan terhadap perubahan struktur anatomi daun. In
Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Biologi Universitas Negeri Yogyakarta. Indonesia (B) (pp. 103-110).
Bintoro, M.H. 1999. "Pemberdayaan Tanaman Sagu Sebagai Penghasil Bahan pangan Alternatif Dan
Bahan Baku Agroindustri Yang Potensial Dalam Rangka Ketahanan Pangan Nasional." in Fakultas Pertanian. Bogor: Institut Pertanian Bogor.
Bahasoan, H. (2022). Kelembagaan Dan Saluran Pemasaran Sagu Di Kabupaten Buru:(Sago
Institutions And Marketing Channels In Buru Regency). Uniqbu Journal Of Exact Sciences, 3(2), 1-7.
Dewi, R. K., & Bintoro, M. H. (2016). Karakter morfologi dan potensi produksi beberapa aksesi sagu
(Metroxylon spp.) di kabupaten Sorong Selatan, Papua Barat. Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy), 44(1), 91-97.
Hayati, N., Purwanto, R., & Kadir, A. W. (2014). Preferensi Masyarakat Terhadap Makanan Berbahan
Baku Sagu (Metroxylon Sagu Rottb) Sebagai Alternatif Sumber Karbohidrat Di Kabupaten Luwu Dan Luwu Utara Sulawesi Selatan. Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan, 11(1), 82-90.
Ibrahim, K. A. R. M. I. L. A., & Gunawan, H. A. R. T. O. N. O. (2015). Dampak kebijakan konversi
lahan sagu sebagai upaya mendukung program pengembangan padi sawah dikabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara. In Pros Seminar Nasional Masyarakat Biodiversity Indonesia (Vol. 1, No. 5, pp. 48-53).
Kecamatan Leitimur Selatan Dalam Angka., 2021. ISSN. 2528-1275. Nomor Katalog :
1102001.8171021
Louhenapessy, J. E., 2006. Potensi Dan Pengelolaan Sagu Di Maluku Prosiding Lokakarya Sagu Dalam
Revitalisasi Pertanian Maluku). Penerbit BPFP UNPATTI, Ambon.
Louhenapessy, J. E. (1994). Evaluasi dan klassifikasi kesesuaian lahan bagi sagu (Metroxylon spp.).
Disertasi Doktor pada Universitas Gadjah Mada, 165-184.
Notohadiprawiro T. dan J.E. Louhenapessy.1992. Potensi Sagu Dalam Penganekaragaman Bahan
Pangan Pokok Ditinjau Dari Persyaratan Lahan. Prosiding Simposium Sagu Nasional. Fakultas Pertanian UNPATTI Ambon.
Nusawakan, M., Kunu, P., & Luhukay, M. (2017). Kondisi Lahan Tumbuhan Sagu Di Desa Rumahkay
Kecamatan Amalatu Kabupaten Seram Bagian Barat Provinsi Maluku. Jurnal Budidaya Pertanian, 13(2), 84-93.
Prasetyo, I. P. (2012). Diversifikasi formula produk wafer stick dengan penggantian tepung tapioka
menggunakan tepung sagu.

Rumalatu. F. J., 1981. Distribusi dan Potensi Pati dari Batang Beberapa Jenis Sagu (Metroxylon sp) di
Daerah Seram Bagian Barat, Thesis Fakultas Pertanian/Kehutanan Pattimura, Afiliasi Fakultas Teknologi Pertanian IPB.
Turukay ,B.1986. The role of the sago palm in the development of integrated farm system in the
Maluku Province of Indonesia. In: Uamada, N., K. Kainuma (eds). Proc . 3rd International Sago Symposium. Tokyo May 20 - 23, 1985. Pp. 7 - 15.
Sahetapy, L., & Karuwal, R. L. (2015). Variasi Karakter Morfologis Lima Jenis Sagu
Metroxylon Sp) Di Pulau Saparua. Biopendix: Jurnal Biologi, Pendidikan Dan Terapan, 1(2), 105-111.
Watanabe, H. 1986. A view on density management of sago palm in Batu Pahat, Malaysia,
p.71 - 74. In Yamada , N. and K. Kainuma (eds) Sago 85. The Third Int. Sago Symp. Tokyo Japan, May 20 - 23. The Sago Palm Research Fund
Wardis, G. I. R. S. A. N. G. (2014). Socio-economic factors that have influenced the decline of sago
consumption in small islands: a case in rural Maluku, Indonesia. South Pacific Studies, 34(2), 99-116.
Yatni, Y., Tuhumury, G. N., & Leiwakabessy, C. (2018). Potensi Bakteri Endofit dari Tanaman Sagu
(Metroxylon spp.) sebagai Agens Pemacu Pertumbuhan Tanaman Padi. Jurnal Budidaya Pertanian, 14(2), 75-80.

PlumX Metrics

Published
2024-05-27
How to Cite
Wattimena, A., Makaruku, M., & Kembauw, E. (2024). Karakteristik Morfologi Dua Jenis Sagu Di Desa Hutumuri Kecamatan Leitimur Selatan Kota Ambon. VIABEL: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Pertanian, 18(1), 21-28. https://doi.org/10.35457/viabel.v18i1.3250
Section
Articles