EVALUASI KETERLAMBATAN PROYEK (STUDI KASUS PEKERJAAN TALUD JEMBATAN GUMUYU BINANGUN BLITAR)

EVALUASI KETERLAMBATAN PROYEK (STUDI KASUS PEKERJAAN TALUD JEMBATAN GUMUYU BINANGUN BLITAR)

  • Rahmad Rekandinata( Fakultas Teknik Program Studi Teknik Sipil S1, Universitas Islam Balitar.
  • Nurjanah Fakultas Teknik Program Studi Teknik Sipil S1, Universitas Islam Balitar.
  • hazairin Nikmatul Lukmana Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang
Abstract views: 4 , PDF downloads: 3
Keywords: Keterlambatan Proyek, Validitas, Reliabilitas, SPSS.

Abstract

Eksekusi proyek membutuhkan perencanaan atau manajemen proyek. Artinya, disiplin ilmu yang terlibat dalam perencanaan dan pengorganisasian sehingga tujuan proyek dapat dicapai. Manajemen konstruksi adalah proses praktis perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan ilmu pengetahuan dan keahlian yang saling menguntungkan untuk mencapai tujuan yang ditetapkan.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi penyebab keterlambatan proyek Jembatan Geyumu Binangan Blitar dan mencari alternative untuk mengatasi keterlambatan pekerjaan konstruksi Jembatan Gemuyu Binangun Blitar. Kuesioner validitas / reliabilitas.

Validitas berasal dari kata relevansi yang artinya ketelitian dan ketepatan suatu alat ukur beserta relevansinya adalah suatu ukuran yang menunjukkan bahwa variable yang diukur sebenarnya adalah variable yang valid. Pernyataan dapat diprediksi atau stabil. Kualitas tes yang solid mengacu pada intensitas, konsistensi, prediktabilitas, dan akurasi efek samping tes penelitian

Penyebab dari keterlambatan proyek pekerjaan Jembatan Gumuyu Binangun Blitar terjadi karena beberapa faktor yaitu kegagalan pemilik dalam mengkoordinasi pekerjaan, mobilisasi sumber daya lambat, kondisi lingkungan tidak sesuai dugaan, pengajuan contoh bahan tidak terjadwal.Ditinjau dari penelitian ini, bagi pemilik/kontraktor yang berwenang hendaknya  lebih memahami jadwal yang telah direncanakan dan lebih tertata atau sering dalam melakukan tool box meeting sehingga dengan harapan dapat berjalan dengan lancar.

 

References

(1) Bowles, J.E. 1992 Analisa dan Desain Pondasi Jilid I, Erlangga, Jakarta.

(2) Dipohusodo, Istimawan. 1994. Struktur Beton Bertulang. Jakarta: Gramedia pustaka utama.

(3) Djojowirono, Sugeng, 1991. Manajemen konstruksi 1, Fakultas Teknik Universitas Gajah Mada, Yogyakarta.

(4) Ervianto, W. I. 2002.Teori AplikasiManajemenProyekKonstruksi, Andi, Yogyakrta.

(5) Ghozali, Imam. 2006. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS (EdisiKe 4). Semarang:BadanPenerbit Universitas Diponegoro.

(6) Husen, Abrar. 2015. ManajemenProyek: Perencanaan, Penjadwalan, dan Pelaksanaan.Universitas Gajah Mada

(7) Messah, Y. A., Widodo, T., &Adoe, M. L. (2013).Kajian Penyebab Keterlambatan Pelaksanaan Proyek Konstuksi Gedung di Kota Kupang. Jurnal Teknik Sipil, 2(2), 157-168. https://doi.org/10.35508/jts.2.2.157-168.

(8) Napsiyana, A.G., 2007, Perencanaan Dan Pengendalian Jadwal DenganMenggunakan Microsoft Project Propfesional 2013 Dalam PengelolaanProyek, PenerbitFakultas Teknik Universitas Siliwangi. Tasikmalaya.

(9) Proboyo, B. (2004). Keterlambatan Waktu PelaksanaanProyekKlasifikasi Dan Peringkat Dari Penyebab-Penyebabnya. Civil Engineering Dimension, 1(1), pp. 46-58. https://doi.org/10.9744/ced.1.1.pp. 46-58.

(10) Wulfram, I Ervianto.(2005). Manajemen proyek konstruksi. Yogyakarta: Andi Offset.

PlumX Metrics

Published
2022-09-10
How to Cite
Rekandinata(, R., Nurjanah, nurjanah, & Lukmana, hazairin. (2022). EVALUASI KETERLAMBATAN PROYEK (STUDI KASUS PEKERJAAN TALUD JEMBATAN GUMUYU BINANGUN BLITAR): EVALUASI KETERLAMBATAN PROYEK (STUDI KASUS PEKERJAAN TALUD JEMBATAN GUMUYU BINANGUN BLITAR). Jurnal Qua Teknika, 12(2), 112-125. https://doi.org/10.35457/quateknika.v12i2.2391