INDENTIFIKASI BAWAH PERMUKAAN DI LAPANGAN SEPAKBOLA MINI, JATIMULYO, LOWOKWARU, KOTA MALANG DENGAN MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK

  • Gregorius Aryoko Gautama Jurusan Tek. Sipil, Politeknik Negeri Malang
  • Yusron Firmansah Jurusan Tek. Sipil, Politeknik Negeri Malang
  • Linda Alya Grestika Jurusan Tek. Sipil, Politeknik Negeri Malang
Abstract views: 71 , PDF downloads: 36
Keywords: geolistrik, resistivitas, stratigrafi

Abstract

Kota Malang merupakan salah satu Kotamadya di Jawa Timur dengan luas 110.06 km2 yang memiliki lima kecamatan yaitu Kendungkandang, Klojen, Blimbing, Lowokwaru dan Sukun. Lembar geologi Kota Malang memperlihatkan bahwa daerah Kota Malang terbentuk karena pengendapan Formasi Solo-Gunungapi. Batuan yang dihasilkan pengendapan berupa tufa, tufa pasiran, breksi gunung api, aglomerat dan lava. Metode  geolistrik  dapat  digunakan  untuk  eksplorasi  mineral  dan batubara, juga dapat digunakan untuk mengetahui struktur stratigrafi permukaan bawah tanah. Geolistrik dapat digunakan untuk eksplorasi  sumber daya alam dengan kedalaman yang dangkal. Resistivitas atau tahanan jenis merupakan nilai yang menunjukkan kemampuan material untuk menghantarkan arus listrik. Fokus penelitian berdasarkan data lembar geologi Kota Malang untuk mengetahui stratigrafi dan geologi di Lapangan Sepakbola Mini, Jatimulyo, Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur. Lokasi penelitian berada di Lapangan Sepakbola Mini, Jatimulyo, Lowokwaru, Kota Malang berada di koordinat  7°56'50.71" LS 112°36'57.77" BT dengan luas penelitian 70m × 45m. Lintasan penelitian adalah lima lintasan dengan jarak antar lintasan 10 meter, panjang setiap lintasan 68,44 meter. Kedalaman yang diperoleh dalam penelitian yaitu 37,28 meter. Interpretasi material bawah tanah yang kami peroleh pada kedalaman 0,0 m – 5,179 m dengan rentang nilai resistivitas 8,859 – 11,2 Ωm di interpretasi sebagai material berupa lempung, pada kedalaman 5,179 m – 10 m dengan rentang nilai resistivitas 11,29 – 12,59 Ωm di interpretasi sebagai material berupa lempung berpasir, pada kedalaman 10 m – 37,28 m dengan rentang nilai resistivitas 12,74 – 15,85 Ωm di interpretasi sebagai material berupa pasir, pada kedalaman 11,5 m – 37,28  m dengan rentang nilai resistivitas 16,24 – 18,33 Ωm di interpretasi sebagai material berupa alluvial, pada kedalaman 13,89 m – 37,28 m dengan rentang nilai resistivitas 19 – 20,69 Ωm di interpretasi sebagai material berupa pasir berbatu.

References

[1] Febriani Y., Sohibun.2019. Aplikasi Metode Geolistrik Konfigurasi Schlumberger untuk Mengindentifikasi Lapisan Air Tanah di Desa Ulak Patian Rokan Hulu Riau. Jurnal Fisika FLUX. Vol 16. No. 1 pp 54-60.
[2] Hanifa, D., Sota, I., dan Siregar, S.S.2016. Penetuan Lapisan Akuifer Air Tanah dengan Metode Geolistrik Konfigurasi Schlumberger di Desa Sungai Jati Kecamatan Matraman Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Jurnal Fisika FLUX. Vol 13 No. 1 pp 30-39.
[3] Manrulu, R.H., Nurfalaq, A., Hamid, I.D.2018.Pendugaan Sebaran Air Tanah Menggunakan Metode Geolistrik Resistivitas Konfigurasi Wenner dan Schlumberger di Kamous 2 Universitas Cokroaminoto Palopo. Jurnal Fisika FLUX. Vol 15. No. 1 pp 6-12.
[4] Wahyudi, A., Azwar, A., Muhardi.2021. Penggunaan Metode Geolistrik Resistivitas untuk Indentifikasi Lapisan Bawah Permukaan Daerah Gunung Tujuh Kabupaten Kayong Utara. Jurnal Fisika Unand. Vol 10 No. 1 hal 62-69.
Published
2022-03-16
How to Cite
Gregorius Aryoko Gautama , G. A. G., Yusron Firmansah , Y. F., & Linda Alya Grestika, L. A. G. (2022). INDENTIFIKASI BAWAH PERMUKAAN DI LAPANGAN SEPAKBOLA MINI, JATIMULYO, LOWOKWARU, KOTA MALANG DENGAN MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK. Jurnal Qua Teknika, 12(01), 58-81. https://doi.org/10.35457/quateknika.v12i01.2108