Wayang Kulit sebagai Media Pendidikan Moral untuk Generasi Muda

(Studi pada Dalang Senior Ki Sukron Suwondo)

Authors

  • Sukma Ayu Trihapsari Universitas Islam Balitar Blitar - Fakultas Ilmu Sosial dan Politik
  • Anwar Hakim Darajat Universitas Islam Balitar
  • Qomaruzzaman Azam Zami Universitas Islam Balitar

DOI:

https://doi.org/10.35457/transgenera.v2i2.4807

Keywords:

generasi muda, pendidikan moral, wayang kulit

Abstract

Wayang kulit merupakan warisan budaya lokal yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi
juga sebagai media pendidikan moral yang sarat makna. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi
peran wayang kulit dalam menyampaikan nilai-nilai moral kepada generasi muda serta memahami persepsi
generasi muda terhadap pertunjukan tersebut. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi
kasus, data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan utama dalam
penelitian ini adalah Ki Sukron Suwondo, seorang dalang senior yang dikenal karena konsistensinya dalam
menyisipkan nilai-nilai etika dan spiritual dalam setiap pertunjukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
tokoh-tokoh pewayangan seperti Semar, Bima, dan Kresna dimanfaatkan untuk merepresentasikan nilai
kejujuran, tanggung jawab, dan kebijaksanaan. Persepsi generasi muda terhadap wayang kulit cenderung
positif, terutama ketika pesan moral disampaikan secara simbolik dan disesuaikan dengan konteks kekinian
melalui humor dan pendekatan komunikatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa wayang kulit memiliki
potensi besar sebagai media pendidikan karakter yang kontekstual dan efektif dalam membentuk kesadaran
moral generasi muda.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abidin, M. (2021). Pendidikan Moral dan Relevansinya dengan Pendidikan Islam. Jurnal Paris Langkis, 2(1), 57–66. https://doi.org/10.37304/paris.v2i1.3282

Effendi, E., Fadila, F., Sitorus, K. T., Pratama, T., & Hsb, W. A. (2024). Interaksionisme Simbolik dan Prakmitis. 4(3), 1088–1095.

Ibrahim, I., & Samsiah. (2022). Fungsi Media Massa Bagi Masyarakat di Desa Moibaken (Studi Fungsi Media Massa di Masyarakat). 4(1), 38–49.

Kholidi, A. K., Irwan, & Faizun, A. (2022). Interaksionisme Simbolik Georfe Herbert Mead di Era New Normal Pasca Covid 19 di Indonesia. 2(1), 1–12.

Kurniawan, A., Daeli, S. I., Asbari, M., & Santoso, G. (2023). Krisis Moral Remaja di Era Digital. Literaksi: Jurnal Manajemen Pendidikan, 01(02), 21–25. https://literaksi.org/index.php/jmp/article/view/9/11

Kusumawardani, N. M. D. N., Yuliastini, N. K. S., Rahayu, D. S., & Sari, N. K. K. U.

(2022). Pemanfaatan Jenis-jenis Media BK di Sekolah pada Pembelajaran Daring. 23(1), 24–33. https://doi.org/10.5281/zenodo.6390878

Pratama, irfan Y., Suhaimi, & Huri, B. (2024). Respon Generasi Muda Suku Jawa Terhadap Pemaknaan Pesan Seni Pertunjukan Wayang Kulit di Desa Kali Cinta. 4(2), 31–34.

Siregar, N. S. S. (2011). Kajian Tentang Interaksionisme Simbolik. 4(2), 100–110.

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D. Alfabeta.

Zulfah. (2024). Peran Keluarga dalam Membangun Pendidikan Karakter Anak Usia Dini. 2(2), 60–67.

Downloads

Published

2025-07-25

How to Cite

Wayang Kulit sebagai Media Pendidikan Moral untuk Generasi Muda : (Studi pada Dalang Senior Ki Sukron Suwondo). (2025). Transgenera: Jurnal Ilmu Sosial, Politik, Dan Humaniora, 2(2), 87-93. https://doi.org/10.35457/transgenera.v2i2.4807